Sabtu, 16 April 2016

Pelaku di Pasar Keuangan

a. Perusahaan-perusahaan umum
Perusahaan tertentu yang mampu untuk menghasilkan jasa dan barang dengan tingkat produksi yang tinggi dari waktu ke waktu, perusahaan memiliki keuntungan yang sangat pesat sehingga mampu untuk menggaji karyawannya untuk mengembangkan perusahaannya lebih luas kembali dari sekarang. Peranan perusahaan-perusahaan besar ini, salah satunya sebagai penyalur utama dari segala faktor produksi, mulai dari modalnya, tenaga kerjanya, hingga dalam teknologi produksinya. Semuanya memiliki skala yang besar dari perusahaan pada umumnya, bahkan mereka dapat menembus hingga pasar uang dunia.
b. Perusahaan Asuransi
Merupakan suatu badan usaha yang berasaskan gotong royong, untuk membantu para anggota kelompoknya yang berada diposisi sulit. Dana tersebut berasal dari dana anggotanya sendiri, berupa iuran yang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada badan usaha tersebut. Peranan salah satunya, dengan memberikan perlindungan secara penuh terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk sekalipun pada masa yang akan datang. Serta untuk investasi dari sebagian dana pemegang polis (premis asuransi) ke dalam sektor ekonomi. 
c. Yayasan
Sebuah badan usaha miliki bersama atau pun pribadi (perorangan) biasanya tidak dipergunakan untuk mencari keuntungan tetapi lebih untuk kepentingan sosial. Salah satu peranannya, sebagai wadah guna membantu masyarakat luas di dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka semua.
d. Lembaga keuangan lainnya
Merupakan suatu badan usaha di mana aset utamanya yang memiliki bentuk berupa aset keuangan, saham, dan juga pinjaman. Peranan utamanya sebagai pemberi jaminan hukum serta moral dalam memerlukan dana dan juga mengenai keamanan dari dana masyarakat yang dipercayakan kepada lembaga keuangan lainnya.
e. Lembaga Pemerintah
Badan-badan pemerintah yang memiliki tugas sebagai pengatur dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah di sini turut sebagai pelaku ekonomi yang merupakan pengatur kebijaksanaan masalah dalam pembangunan dibidang ekonomi. Peran pemerintah untuk pengatur dan pengendali bagaimana cara melaksanakan rancangan dari pembangunan, harus sesuai dengan instrument pasar uang. Tujuannya adalah membayar hutang luar negeri, menerima pendapatan dari luar negeri yang harus di tukarkan lagi kedalam mata uang lokal, dan pembiayaan lain karena adanya perbedaan waktu antara pemerintah dari pajak maupun pemerintah negara lain.

f. Individu/Masyarakat
kesatuan golongan yang saling berhubungan dinamis dan juga memiliki kepentingan bersama dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun peranan masyarakat pada umumnya dalam bidang ekonomi terlebih dalam pasar uang, sebagai pemakai teta jasa dan barang yang dihasilkan oleh produsen. Serta sebagai pembayar iuran dan pajak yang tetap setiap tahunnya kepada pemerintah.

Rabu, 06 April 2016

Pentingnya Pengendalian Internal


Pentingnya Pengendalian Internal dalam suatu perusahaan dan contoh kasus kecil dalam pengendalian internal:


* Pengendalian Internal dalam suatu pemeriksaan berguna dalam mengurangi kecurangan, ketidakakuratan dalam penyusunan laporan serta mendorong tingkat ketelitian untuk membentuk laporan yang andal serta kredibel dalam hal kepatuhan terhadap standar-standar, peraturan maupun kebijakan internal maupun eksternal.

*   Contoh kasus kecil dalam pengendalian internal

    Pada suatu perusahaan X yang tidak memiliki SDM yang memadai untuk pembagian tugas dan wewenang yang sesuai standar prosedur perusahaan tersebut yang mengakibatkan terjadi kekurangan SDM sehingga terdapat pegawai yang memiliki double wewenang/tugas seperti contoh pemegang kendali kas keluar dan kas masuk yang hanya dikendalikan oleh satu orang hal ini berpotensi kerugian bagi perusahaan karena kurangnya pengendalian internal terhadap arus kas perusahaan, jadi tidak jelas tugas pengendali atau orang yang mengotorisasi kas pada perusahaan tersebut, maka sebaiknya dalam hal pengendalian internal direkomendasikan untuk melakukan kas opname minimal sebulan sekali yang dilakukan oleh atasan langsung atau pihak lain yang bersifat independen. Hal ini berguna untuk mengurangi penyalahgunaaan wewenang dan menekan potensi kerugian bagi perusahaan.

     Sedangkan dalam hal operasional ada kalanya kepatuhan terhadap administrasi dinomorduakan ini berakibat terhadap perbedaan/selisih jumlah barang pada gudang dengan catatan/dokumen fisik pada daftar barang masuk dan keluar pada saat stock opname, dalam hal ini direkomendasikan untuk tertib administrasi dari mulai kuantitas, jenis barang, tanggal hingga orang yang memberikan otorisasi ataupun orang yang bertanggung jawab atas keluar masuknya barang dari gudang persediaan.

Komponen Indeks Penilaian Corporate Governance dan salah satu faktor yang menghasilkan skor Governance




Indeks Penilaian Corporate Governance merupakan ukuran perusahaan yang digunakan untuk menilai tata kelola dan kualitas penerapan Corporate Governance melalui perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) dengan melaksanakan evaluasi dan acuan (benchmarking).


Komponen Indeks Penilaian Corporate Governance:
- Self Assessment              :     Penilaian mandiri oleh seluruh organisasi, anggota,
pemangku kepentingan dari perusahaan dengan cara mengisi kuesioner untuk memberikan persepsi secara jujur dan objektif dengan membagi  responden menjadi dua: internal dan eksternal.
- Kelengkapan Dokumen  :     Penyerahan berbagai dokumen untuk yang mewakili
            mewakili seperti: governance structure, governance
            system, governance process, governance mechanism,
            governance output, governance outcome
dan governance
            impact.
- Penyusunan Makalah      :     Merumuskan pokok permasalahan sesuai dengan tema
      penilaian yang hasil akhir dari pencapaian implementasi  
      Good   Corporate Governance serta upaya manajemen
      pada perusahaan.
- Observasi                        :     Proses riset dan peminjaman langsung oleh tim penilaian
      sekaligus proses verifikasi data-data dan dokumentasi
      yang dibutuhkan untuk kepentingan penilaian Corporate
      Governance
yang lebih akurat.

Penggolongan Pencapaian Skor Indeks Corporate Governance:
55.00 s.d. 69.99%             : Cukup terpercaya
70.00 s.d. 84.99%             : Terpercaya
85.00 s.d. 100%                : Sangat terpercaya

Salah satu faktor yang mempengaruhi skor pencapaian Corporate Governance adalah dari Faktor Internal yaitu akurasi dan transparansi dari sistem akuntansi yang tepat waktu, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dengan menyediakan informasi yang material dan relevan yang berkaitan dengan perusahaan termasuk kondisi keuangan, kinerja, kepemilikan, dan tatakelola perusahaan. Selain salah satu faktor yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya dan juga Konsep e-procurement pada ANTAM proses SCM di mana semua proses seperti persetujuan dan verifikasi dilakukan secara elektronik dan secara otomatis dalam rangka menciptakan sebuah komunikasi yang transparan antara semua pihak yang terlibat dalam proses SCM (seperti pengguna, mitra dan pemasok). Diharapkan bahwa implementasi e-procurement akan menciptakan proses pengadaan barang dan jasa yang adil dan transparan sehingga pada Tahun 2011 ANTAM berada diperingkat I pada Pencapaian Skor Indeks Corporate Governance terbaik dengan skor Self Assessment: 21.54%, Dokumen: 19.50%, Makalah: 14.23% dan Observasi: 30.88% atau total Pencapaian Skor sebesar 86.15% dengan predikat Sangat Terpercaya.