Senin, 10 April 2017

Pasar Uang dan Pasar Modal & Mengapa Pasar Modal lebih Populer


Pasar Uang dan Pasar Modal
1.   Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal:
      a.   Pasar Uang jangka waktu dana-dana dan surat-surat berharga yang diperjualbelikan
            bersifat jangka waktu pendek yaitu kurang dari satu tahun seperti
sertifikat
          deposito, tabungan, SBI, dan commercial Paper
, sedangkan jangka waktu   
            untuk  jual beli dana-dana, obligasi, saham dan surat berharga lain pada Pasar 
            Modal adalah jangka waktu yang lama, yaitu lebih dari satu tahun.
      b.   Pasar Uang tidak memiliki transaksi khusus dan transaksi yang ada dilakukan dengan
            menggunakan alat komunikasi diantaranya adalah di bank, sedangkan Pasar Modal   
            memiliki Bursa Efek sebagai tempat melakukan transaksi pembelian dan penjualan
            sekuritas.
      c.   Otoritas tertinggi pasar uang adalah Bank Indonesia (BI), sedangkan
            Pasar Modal adalah   Departemen Keuangan.
      d.   Dalam hal resiko Produk Pasar Uang resiko nya rendah dengan return
            yang rendah, sedangkan pasar modal resikonya tinggi dengan return 

            yang tinggi pula.
      e.   Pasar Modal ada pasar sekundernya yang diakibatkan fluktuasi 
            dari kekuatan demand dan   supply dari jangka waktu transaksi 
            yang tidak terbatas, sedangkan Pasar Uang tidak selalu ada walaupun 
            terdapat fluktuasi namun beberapa transaksi Pasar Uang memiliki 
            batas waktu tertentu.
      f.    Pasar modal memiliki produk turunan opsi, warrant, dan right,
  sedangkan pasar uang hanya  memiliki turunan produk reksa 
  dana.

Pentingnya dan Faktor-faktor penggunaan Manajemen Startejik (termasuk pentingnya visi & misi dan belum optimalnya penggunaan Manajemen Stratejik di beberapa perusahaan)



Pentingnya Manajemen Strategik dalam pengelolaan perusahaan:
1.  Memberi arah jangka panjang yang akan dituju
2.  Membantu perusahaan atau organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan 
     yang terjadi
3.  Membuat suatu perusahaan atau organisasi menjadi lebih aktif
4.  Mengidentifikasi keunggulan komparatif suatu perusahaan atau organisasi dalam 
     lingkungan yang semakin beresiko
5.  Aktivitas yang tumpeng tindih akan dikurangi
6.  Keenganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi
7.  Keterlibatan karyawan dalam perusahaan strategi akan lebih memotivasi mereka pada
     tahap pelaksanaannya
8.  Kegiatan pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan atau organisasi  
     tersebut untuk mencegah munculnya masalah di masa mendatang



Perusahaan belum biasa menggunakan manajemen startegi dalam keputusan bisnisnya karena proses manajemen strategik yang bisa dibilang cukup panjang serta dilakukan melalui pendekatan yang objektif, logis dan sistematis saat pengambilan keputusan yang bersifat preseden, proses ini mengorganisasikan informasi kualitatif dan informasi kuantitatif dengan memungkinkan keputusan efektif diambil dalam kondisi yang tidak menentu membuat para calon pengambil keputusan terkadang sulit membuat keputusan dalam keadaan ini terutama bila pengambilan keputusan strategis tersebut berdasarkan pengalaman dan intuisi tidak semua perusahaan terbiasa menggunakan manajemen strategi dalam keputusan bisnisnya. 



Faktor-faktor yang perlu diperhatikan perusahaan dalam penggunaan strategi dalam bisnisnya:
 1.  Pertimbangan Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
Semua organisasi yang beroperasi dalam kelompok masyarakat yang lebih luas dibatasi oleh regulasi, kebijakan dan peraturan pemerintah.
    2.  Kondisi Persaingan dan daya Tarik Industri secara Keseluruhan
Strategi perusahaan harus disesuaikan dengan sifat dan kombinasi faktor-faktor kompetisi harga, kualitas produk, fitur kinerja, layanan, garansi dan lain-lain
3.  Peluang Pasar dan Ancaman Eksternal Perusahaan
Peluang pasar dan perkembangan bisnis eksternal memberikan pengaruh dalam proses kemajuan bisnisnya serta stabilitas kinerja perusahaan di masa mendatang.
          4.  Kekuatan Sumber Daya Perusahaan, Kompetensi dan Kemampuan 
               Kompetitif
Ketiga faktor tersebut dibutuhkan untuk menjalani perusahaan secara optimal dan dapat memungkinkan perusahaan untuk memperbesar penguasaan pasar, mendukung daya kompetitif perusahaan dalam arena pasar dan menajdi dasar strategi perusahaan.
          5.  Ambisi Pribadi, Filsafat Perusahaan dan Kepercayaan Etis Manajer
Faktor ini berfungsi untuk memposisikan perusahaan, pembentukan image perusahaan serta bagaimana cara bersaing dengan perusahaan kompetitor yang sebagian besar dipengaruhi oleh pandangan, ambisi dan visi pendiri atau pemilik perusahaan.
          6.  Pengaruh Shared Values dan Company Culture Strategi
Kultur memiliki kemungkinan yang besar dalam menentukan bahkan mendominasi tindakan strategis perusahaan seperti nilai, budaya kerja dan keyakinan tertentu dalam pemikiran dan tindakan manajemen dapat mempengaruhi perusmusan startegi selanjutnya atau berikutnya.

Pentingnya pembuatan visi dan misi bagi perusahaan:
Pembuatan visi dan misi sangat berperan positif dalam mengelola dan mengatur strategi bagi perusahaan, visi merupakan kekuatan yang terbentuk sebagai karakter perusahaan  pengarah tujuan
kerja dengan pemetaan yang jelas, efektif dan terukur. Visi didukung oleh misi merupakan penuntun para manajer dalam merumuskan, merencanakan dan menjalanakan strategi, dengan kata lain misi merupakan cara yang digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan dalam jangka pendek hingga jangka panjang sehingga dapat tercapai tujuan yang dicitakan dalam visi yang dapat memberikan arah sekaligus batasan dalam proses pencapai tujuan tersebut. 
                     
                      Contoh Visi dan Misi Perusahaan Telekomunikasi (Indosat Ooredoo)
                      Visi:
                      * Menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia
                      Misi:
                      * Layanan dan Produk yang Membebaskan
                      * Jaringan Data yang Unggul
                     * Memperlakukan Pelanggan Sebagai Sahabat
                      * Transformasi Digital
                
                      Contoh Visi dan Misi Perusahaan Perhotelan (COHG/City One Hotel Group)
                      Visi:
                      * Menjadi jaringan hotel pilihan utama bagi business dan tourism travelers di     
         Indonesia di  Tahun 2016.
                      Misi:
                      * Memberikan layanan jaringan hotel dan akomodasi yang menjangkau semua
                        lapisan masyarakat tanpa mengesampingkan sisi kenyamanan, prestise dan  
                        value  for money.